Friday, April 8, 2011

SUBSEA

 
Subsea is a term used to refer to the equipment, technology, and methods used to explore, drill, development and operation of an oil and gas fields under the water surface. Able for areas that are shallow (shallow) or deep sea (deepwater). Subsea structures built in the sea to explore oil and gas that lies in a shallow sea and deep sea. Installation of subsea (offshore) depending on environmental conditions, as well as surface structure and require updating. Many of the reasons why in doing offshore drilling (offshore):  

1.Menemukan vast reserves of oil and gas fields and can be profitable. 2. Allows for producing from the deeper sea.
As well as things that may need to be noticed are:
1. Need high realibitas  
2. More complex subsea installations  
3. Some technology still in development.  
4. Factors to consider are the depth, tide, waves and currents, wind, earthquake and ice (North Sea).



Well many companies that do offshore drilling: 
1. Petrobras  
2. Statoil  
3. Shell  
4. Exxonmobile  
5. Bp  
6. Norsk Hydro  
7. Chevron  
8. Kerr-McGee  
9. Total  
10. Talisman
 
An estimated 5-10% of world oil reserves under the sea and is currently estimated to be around 30% of the total production comes from offshore oil and gas. So the development of subsea technology into one attractive alternative given the thinning reserves on land. The first offshore drilling done by the chevron is in california. And the deepest wells in the 2008 which was developed by teledo at bay mexico is 3050 m Operational Criteria
Determination of the bridge functions (drilling, production, storage, shelter engineer, etc.), the total number of wells drilled, total deck and equipment needed, and methods of oil and gas transportation is the work of multiple disciplines such as engineering geophysics and geology, oceanography, chemical engineering, mechanical engineering and electrical and instrumentation engineering, marine engineering, and environmental engineering. 

1. Stages of drilling

1.Explorasi Oil and gas exploration is done with the ship that uses the reflection wave to get beneath the surface seismic data. 
2.Drilling
A location has been selected and prepared, several holes dug to make a point of drilling equipment (rigs) and the main hole.
This operation is done to ensure the presence or absence
content of oil and gas. (Using the Jack-Up Rig)

COMPONENTS OFFSHORE PLATFORMS

1. Topsides
The top of the bridge as a place of all equipment (process, mechanical, electrical and instrument) for the drilling / production of oil and gas.
(other terminology: Deck, Upper Structure)
 
2. Supporting STRUCTURE
To support and protect decks / topsides of environmental burdens such as waves, currents, wind, and earthquake) (another term: substructure).
 

-TREE
Its function is to control the flow of tree production from the well through several valves and chokes, to a manifold or elsewhere.

-JUMPERS / flowlines
Jumper is a very short spool (also can be rigid or flexible) so that it can be installed in a single generation into the seabed.

-Manifold
Which sends the results to the place of production and storage process which is usually located on top of floating or on land.
Based on the location of manifold:
1.Template manifold that is so one with the wells
2.Cluster manifold that is off-site wells
Based on the structure of the manifold:
`1. Integral manifold of a unified structure
2.Retrievable manifold of structures that can be taken back into the water.

-FTA (Flow Termination Assembly)
To connect the pipeline with other facilities, namely PLET, PLEM and Riser Base.

-Riser
To connect the flow from the seabed into the water. Riser base must be installed separately, so need two connectors for connecting the riser and pipeline.

-FPSO (Floating Production, Storage And Offloading)
 
What is meant by FPSO here is not just a boat-shaped, but also SPAR, TLP and other floating.
1. (TLP = Tension Led Platform) TLP = pavilion is part topsidesnya supported by columns, pontoons (hull) and tethered to the seabed by several fastening (tendons)
2. (SPAR = Spar is Deep draft floater (DDF), which is categorized as a relatively large power muatnya).
Tree mounted above the well and will be on stream by the manifold to be sent to storage (storage) in surface water usually fixed structures on the surface or on land. To connect the manifolds we need a tree with jumper / flowlines. If the storage place is too far in requiring the FTA at the downstream end of the manifold to the riser and forwarded by the riser to raise to the surface or to a FPSO (SPAR / TLP).
 

Petroleum



Petroleum (L. petroleum, from Greek: petra (rock) + Latin: oleum (oil)[1]) or crude oil is a naturally occurring, flammable liquid consisting of a complex mixture of hydrocarbons of various molecular weights and other liquid organic compounds, that are found in geologic formations beneath the Earth's surface. Petroleum is recovered mostly through oil drilling.This latter stage comes after studies of structural geology (at the reservoir scale), sedimentary basin analysis, reservoir characterization (mainly in terms of porosity and permeable structures).[2][3] It is refined and separated, most easily by boiling point, into a large number of consumer products, from gasoline and kerosene to asphalt and chemical reagents used to make plastics and pharmaceuticals.[4] Petroleum is often attributed as the "Mother of all Commodities" because of its importance in the manufacture of a wide variety of materials.[4]

The term petroleum is found (in the spelling "petraoleum") in tenth-century Old English sources.[5] It was used in the treatise De Natura Fossilium, published in 1546 by the German mineralogist Georg Bauer, also known as Georgius Agricola.[6] In the 19th Century, the term petroleum was frequently used to refer to mineral oils produced by distillation from mined organic solids such as cannel coal (and later oil shale), and refined oils produced from them; in the United Kingdom storage (and later transport) of these oils were regulated by a series of Petroleum Acts, from the Petroleum Act 1862 c. 66 onward.

http://en.wikipedia.org/wiki/Petroleum

Tuesday, April 5, 2011

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perencanaan Komplesi Sumur


Tiap-tiap jenis komplesi sumur mempunyai fungsi yang berbeda-beda sehingga faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan jenis komplesi sumur juga berbeda.

1. Kekompakan Batuan
Kekompakan batuan merupakan salah satu dasar pemilihan jenis formation completion sehubungan dengan pencegahan keguguran formasi dan terproduksinya pasir. Adapun analisa kondisi formasi dan parameter peralatan yang digunakan untuk perhitungan dalam pemilihan metode penyelesaian sumur meliputi : kestabilan formasi, butir pasir dan ukuran celah (lubang screen liner). Untuk analisa kestabilan formasi dan analisa butiran pasir diperlukan data logging dan coring dari lapisan produktif yang akan diproduksikan, sedangkan ukuran lubang screen liner dipilih berdasarkan besarnya fluida reservoir yang diinginkan untuk mengalir ke dalam sumur.
Kekompakan batuan dapat diperkirakan dari faktor sementasi yang diberikan dari persamaan Archie, yaitu :

selanjutnya download disini...

Monday, April 4, 2011

Mud Engineer 1st Week: The Appetizer


Peraturan dari permainan ini,
a. Soal ditulis lagi dan dikerjakan dalam kertas A4 baru, dengan margin 4-4-3-3 seperti penulisan laporan pada umumnya.
b. Soal tiap minggu minimal terdiri dari 5 soal, dan maksimal terdiri dari 10 soal.
c. Soal dilarang dikerjakan secara individu pribadi, dikerjakan secara kelompok, dengan diskusi per plug, apabila ada yg tidak ikut berdiskusi, mohon dilaporkan ke koordinatornya masing masing.
d. Jawaban per plug boleh sama tiap anggotanya, namun tidak boleh sama dengan plug lain analisanya. Apabila ada anggota plug yang tidak bisa memjawab ketika koordinator plug memberikan pertanyaan, maka satu plug akan kena dan habis.
e. Referensi dapat dicari dari internet, buku buku yang ada di perpustakaan (Burgoyne, Neal Adam) dan TA TA tentang hidrolika lumpur pemboran atau TA tentang perhitungan kapasitas Rig.
f. Jawaban dikumpulkan hari jumat pukul 10.00 ke koordinatornya masing masing. Bagi yang tidak mengumpulkan, satu plug dilarang mengikuti praktikum di minggu berikutnya.
g. Semoga tugas tugas ini dapat bermanfaat untuk adek adek semua. :)



1st Week Assignment: The Appetizer
1. Sebutkan 10 fungsi dari lumpur pemboran! Terangkan masing masing fungsi dari lumpur pemboran tersebut ketika ada di lapangan beserta sifat fisik apa yang berperan dalam fungsi lumpur pemboran tersebut! Kenapa harus sifat fisik itu yang berpengaruh? Bagaimana bisa? Terangkan dengan gambar, kalo perlu dengan perhitungan.

2. Gambarkan well program beserta keterangannya, di rig systemnya, mulai dari circulation systemnya, sampai condotioning area. Digambar beserta rig, drill string yang ada di dalam bore hole, dan gambar arah aliran lumpurnya.

3. Terangkan hubungan antara kick, lost circulation, dan blow out! Bagaimana cara mengatasinya? Bisa tidak terjadi lost circulation tanpa kick? atau sebaliknya? Indikasi apa saja yang menunjukkan peristiwa tersebut? Sebutkan dengan lengkap beserta gambar.

4. Sebutkan rumus tekanan hidrostatis lumpur pemboran! Bagaimana bisa didapatkan 0.052? Terangkan penurunan rumusnya?

5. Kejadian blow out di sumur Banjar Panji #1 di porong Sidoarjo merupakan kesalahan dalam proses pemboran, yakni karena adanya salah satu trayek yang tidak di casing, salah satu skenario pembunuhan sumur adalah dengan injection lumpur berdensitas tinggi, terangkan skenario skenario pematian semburan di Porong tersebut. Dan seberapa penting lumpur pemboran dalam setiap skenarionya.

6. Berapa banyak 100 lb. sacks barite yang dibutuhkan untuk menaikkan densitas dari 1200 bbl. mud system dari 11.5 ppg ke 12.5 ppg?

7. Pernah menonton film Armageddon? Di adegan awal, di Rig milik Harry Stampler (Bruce Willis), Di Rig Stampler Oil Corporation tersebut, terjadi gangguan saat Ben Affleck melakukan proses pemboran, terjadi goncangan, lalu keluar fluida yang keluar hingga muncrat ke permukaan. Jelaskan analisa anda, apa yang terjadi di peristiwa tersebut! Kenapa bisa sampai muncrat? Terangkan dengan gambar, kenapa dalam proses pemboran di film tersebut bisa sampai keluar ke permukaan? Menembus lapisan apa misalnya? Terangkan!

8. Untuk melakukan pemboran suatu sumur, diperlukan berat lumpur 11,0 ppg. Pada saat ini sudah tersedia lumpur 85 Bbl dengan berat 10,0 ppg. Untuk memenuhi seluruh circulation system, apa yang harus anda lakukan? (Asumsi SG barite=4.2)

9. Jangan Lupa berdoa dalam mengerjakan tugas mingguan ini, dikerjakan selengkap lengkapnya.

Sunday, April 3, 2011

My Lovely Final Year Project :*

Setelah komprehensif saya selesai, distribusi Tugas Akhir usai, akhirnya saya mendapatkan jackpot sodara sodara!!!!

Dapet Dr. Ir. Deddy Kristanto, MT dan Dr. Ir. Yosaphat Sumantri, MT.
Memang bener bener hebaaat, dua ahli reservoir langsung akan saya hadapi, yang satu world wide experience bagus, yang satu basicnya kuat abis. lengkap sudah saya akan dicetak menjadi reservoir engineer di tempat ini.

Bingung harus kek gimana, tapi ya itu, untuk sementara saya tinggalkan dulu mimpi mimpi saya menjadi seorang drilling engineer dan mencoba mencari batu loncatan sebagai reservoir engineer. Tapi kenapa harus reservoir? T.T
saya udah 3 kali ambil tekres daaaan semuanya C besaaaaar...emang laah manteeeb...

Dulu juga sempet saya bingung mau ambil TA tentang apa, mau reservoir, drilling, apa produksi, bener2 bingung dah, naaah, langsung daah dijawab ama Allah kebingunganku itu, langsung ngerjain Plan Of Development, semua aspek masuuuk!!! Hebaaaaat!!! T.T
Sekarang gw pengeeen nangiiiiissss T.T

Yaudaaah laah, emang itu skenarionya, saya emang diharuskan bisa mengemplementasikan semua ilmu2 yang udah aku dapet.

Semoga ini adalah yang terbaik yang diberikan oleh-Nya :)
Bismillahirahmanirrahiim.

Muhammad Afif Ikhsani, ST. di bulan Oktober :)

Friday, April 1, 2011

Drilling Fluids Laboratory 2010/2011

PLUG A JUMAT 09.30-11.20
KOORDINATOR : ADMIN ADIYANTO
ANGGOTA : WITA, AFIF, RENDI

PLUG B SENIN 10.00-11.50
KOORDINATOR : ROHMAT ALI AHMAD
ANGGOTA : RHINDANI, ARKKAWIMBA, RENDI

PLUG C SENIN 13.00-14.50
KOORDINATOR : WITA ROSMALA SARI
ANGGOTA : RHINDANI, ARKKAWIMBA, ADMIN

PLUG D SELASA 08.00-09.50

KOORDINATOR : WITA ROSMALA SARI

ANGGOTA : ALI, BONNI, ADMIN

PLUG E SELASA 10.00-11.50
KOORDINATOR : ARKKAWIMBA
ANGGOTA : AFIF, WITA, RHINDANI

PLUG F SELASA 13.00-14.50
KOORDINATOR : ROHMAT ALI AHMAD
ANGGOTA : BONNI, ARKKAWIMBA, WITA

PLUG H RABU 10.00-11.50
KOORDINATOR : MUHAMMAD AFIF IKHSANI
ANGGOTA : ARKKAWIMBA, BONNI, RIRIN

PLUG I RABU 13.00-14.50
KOORDINATOR : ADMIN ADIYANTO
ANGGOTA : ALI, RENDI, AFIF

PLUG J KAMIS 7.30-09.20
KOORDINATOR : MUHAMMAD AFIF IKHSANI
ANGGOTA : WITA, BONNI, ALI

PLUG K KAMIS 10.00-11.50
KOORDINATOR : RENDI PUTRO WIBOWO
ANGGOTA : RHINDANI, ADMIN, ARKKAWIMBA

PLUG L KAMIS 13.00-14.50

KOORDINATOR : BONNI ANDRIAN

ANGGOTA : ADMIN, RENDI, ALI

PLUG G KAMIS 15.00-14.50
KOORDINATOR : RHINDANI JAYA WARDHANI

ANGGOTA : AFIF, BONNI, RENDI

Lingkup Kerja Peserta Praktikum di Laboratorium
a. Mengambil buku petunjuk praktikum.
b. Membaca dan memahami isi buku petunjuk praktikum.
c. Hadir ditempat praktikum 10 menit sebelum praktikum dimulai, toleransi keterlambatan 5 menit.
d. Mengisi daftar hadir praktikum.
e. Mengenakan alat perlindungan diri (PPE) yang disyaratkan.
f. Masuk ruangan praktikum setelah dipersilahkan masuk oleh asisten.
g. Mengerjakan pretest.
h. Memeriksa alat dan bahan praktikum.
i. Praktikan wajib melaporkan adanya kerusakan alat sebelum dan sesudah praktikum, jika terjadi kerusakan karena suatu sebab pada saat praktikum, maka praktikan harus mengganti alat tersebut.
j. Mengerjakan praktikum sesuai dengan metode/materi yang ditentukan.
k. Membersihkan alat dan bahan dan mengembalikannya ke tempat semula.
l. Mengerjakan post test (jika ada).
m. Bagi praktikan yang mempunyai nilai kurang, maka akan diberikan tugas tambahan.
n. Membuat laporan praktikum.
o. Menyerahkan Laporan pada pertemuan berikutnya, dan apabila ada revisi maka dikumpulkan paling lambat 2 hari setelah hari pengembalian laporan.
p. Mengerjakan tugas wajib mingguan yang di posting setiap senin di www.maikhsani.blogspot.com, dikumpulkan setiap hari jumat di koord. Asistennya.
q. Mengikuti ujian akhir/ response.
r. Mengikuti praktikum susulan/inhal bila berhalangan hadir.
s. Satu plug terdiri dari 2 kelompok, setiap kelompok mempunyai ketua yang bertanggung jawab atas kelompoknya.
t. Setiap plug membawa lap (kanebo).

Tata Tertib di Laboratorium
a. Melapor kepada Laboran atau mengisi daftar hadir, ini dilakukan sebagai akses kontrol di Laboratorium.
b. Mengenakan alat keselamatan diri (PPE) yang disyaratkan.
c. Memperhatikan lingkungan kerja di Laboratorium dan mengikuti tanda-tanda keselamatan.
d. Melaporkan adanya bahaya atau potensi bahaya.
e. Mengetahui MSDS (Material Safety Data Sheet) dari setiap bahan yang akan digunakan dalam analisa.
f. Mematuhi SOP (Standard Operating Procedure) setiap percobaan.
g. Menjaga kebersihan, keamanan, ketenangan dan keteraturan lingkungan kerja di Laboratorium.
h. Dilarang makan, minum, dan merokok di Laboratorium.
i. Dilarang membawa korek api atau material yang bisa menyulut terjadinya kebakaran.
j. Dilarang memakai kaos oblong, korsa, dan sandal jepit jika memasuki laboratorium analisa lumpur pemboran.
k. Mengikat rambut bagi yang berambut panjang.
l. Mencuci tangan setelah melakukan praktikum.
m. Segera membersihkan setiap alat dan bahan praktikum.
Personal Protective Equipment
1. Jas Praktikum
2. Sepatu Tertutup (dilarang memakai sepatu yang punggung kakinya kelihatan/tidak tertutup)
3. Masker
4. Sarung Tangan Karet
5. Safety Google



Sistem Penilaian
 Presensi = 5 %
 Pre-test atau post test = 10 %
 Keaktifan = 5 %
 Tugas = 10 %
 Laporan mingguan = 15 %
 Laporan resmi = 15 %
 Responsi = 40 %
 Praktikan tidak mendapat nilai bila tidak mengikuti pre-test
 Praktikan tidak mendapat nilai bila tidak mengumpulkan laporan / terlambat mengumpulkan laporan


Aturan mengenai inhal:
1. Praktikan tidak mengikuti praktikum sesuai jadwal dengan sengaja ( tanpa keterangan).
2. Praktikan datang terlambat.
3. Praktikan tidak mengumpulkan/terlambat mengumpulkan tugas dan laporan mingguan.
4. Praktikan tidak mengenakan PPE, minimal memenuhi poin 1-4.
5. Bagi praktikan yang sakit harus menyerahkan surat keterangan dokter dan tidak dikenakan biaya.
6. Bagi praktikan yang mewakili kegiatan kampus harus menyerahkan surat keterangan yang diketahui oleh jurusan dikenakan biaya setengahnya.
7. Mendaftar dan membayar biaya inhal sebesar Rp.50.000,00 ( lima puluh ribu rupiah).


Praktikan dianggap gugur apabila:

1. Tidak mengumpulkan/terlambat mengumpulkan laporan sesuai jadwal.
2. Tidak mengikuti praktikum (minimal 2 (dua) acara).
3. Tidak mengikuti responsi.
4. Tidak melakukan inhal.
5. Bila tidak mengumpulkan tugas mingguan, satu plug tidak diizinkan mengikuti acara praktikum berikutnya.

Format penulisan laporan:
1. Margin : left, top, right, bottom (4, 4, 3, 3 cm)
2. Jenis huruf : Time New Roman ( 12 pt)
3. Jarak antar kalimat 1.5 spasi, kecuali untuk table dan gambar 1 spasi.
4. Penulisan tabel,
Tabel II-1.
Tabulasi Data

5. Penulisan gambar,

6. Penulisan grafik,

7. Perhitungan, pembahasan dan kesimpulan ditulis tangan.( laporan mingguan).
8. Teori dasar, gambar dan table diketik computer. Di cetak satu untuk satu kelompok.(laporan mingguan).
9. Pemberitahuan cover menyusul (max 3 hari sebelum responsi).

Apa Sih Minyak Bumi itu?

Minyak dan gas bumi merupakan bahan tambang galian yang tidak dapat dideteksi secara langsung dari permukaan. Oleh karena itu para ahli tidak langsung mencari minyak dan gas bumi itu sendiri, tetapi yang pertama-tama dicari adalah struktur-struktur batuan dibawah tanah yang sesuai atau cocok sebagai wadah terakumulasinya minyak dan gas bumi atau yang merupakan suatu trap (jebakan).

Metode yang dilakukan untuk membantu mencari jebakan minyak dan gas bumi dipakai beberapa cara, antara lain :
a. Identifikasi Langsung
Yaitu mengidentifikasi terdapatnya minyak bumi berdasarkan gejala di permukaan melalui adanya rembesan minyak (oil seepages)
b. Metode Geologi
Yaitu dengan membuat peta permukaan dan bawah permukaan
• Peta Permukaan (Surface)
- Peta kontur permukaan
Peta kontur permukaan bisa didapat dari peta topografi atau foto dari udara atau foto melalui satelit.
- Peta geologi permukaan
Peta ini bisa didapat dari pengamatan para geolog yang menyusuri tepi-tepi sungai, lereng-lereng bukit dan lain-lain untuk mencari singkapan-singkapan batuan sedimen atau contoh-contoh berbagai batuan.
• Peta Kontur Bawah Permukaan (Subsurface)
c. Metode Geofisika
Yaitu dengan menggunakan sifat-sifat fisika pada subsurvace yang diukur dari permukaan
• Metode gravitasi
Tujuannya adalah untuk mencari cekungan sedimen (batuan endapan) dengan alat yang disebut ‘gravity-meter’. Metode ini hanya dapat menentukan bentuk-bentuk cekungan,ketebalan lapisan dan distribusi rapat massa batuan dalam cekungan tersebut.
• Metode magnetik
Tujuannya adalah untuk mencari cekungan sedimen. Batuan-batuan beku dan batuan metamorf yang biasanya merupakan batuan basement (batuan dasar) bersifat magnetik, sedangkan batuan sedimen tidak.
Metode ini mengukur kekuatan medan magnet di suatu tempat dengan menggunakan alat yang dinamakan ‘magnetometer’. Apabila terdapat batuan basement yang dangkal mak medan magnetnya akan tinggi, sehingga dapat diketahui gambaran bentuk suatu cekungan bawah tanah. Jadi pada prinsipnya Metode ini juga memanfaatkan beda massa rapat batuan batuan dibawah permukaan.
• Metode seismik
Tujuannya adalah untuk mencari jebakan-jebakan minyak dan gas bumi. Metode ini dipergunakan untuk mengetahui bentuk-bentuk struktur lapisan batuan dibawah permukaan, menentukan letak reservoir, ketebalan lapisan reservoir dan isi kandungannya.
Metode ini bertumpu pada pendeteksian gelombang seismik yang dipantulkan oleh laapisanlapisan bawah permukaan yang diterima kembali oleh alat yang disebut ‘geophone’ (alat sensor darat) atau ‘hydrophone’ (alat sensor laut).
Jadi pada prinsipnya metode ini bekerja dengan memanfaatkan perbedaan kecepatan rambat gelombang seismik melalui medium yang dilaluinya.

Diantara ketiga metode diatas, metode seismik yang paling berkembang dan dianggap metode paling akurat dewasa ini.
Cara-cara ditas tidak satupun yang dapat memberikan petunjuk secara pasti akan ada atau tidaknya suatu akumulasi minyak dan gas bumi disuatu tempat dibawah tanah, kecuali hanya melalui pemboran.


PRODUKSI
Metode produksi sangat dipengaruhi oleh tekanan reservoir. Untuk sumur gas hanya metode flowing atau sembur alam, sampai tekanan abandon yang diinginkan. Sedangkan untuk sumur-sumur minyak agak berbeda, apabila sepanjang tekanan reservoir di dasar sumur lebih besar dari tekanan hidrostatik (tekanan kolom cairan di dalam sumur), maka hal ini dapat menjadi tenaga pendorong sehingga minyak dapat mengalir dari dalam sumur tersebut dengan sendirinya secara alamiah. Dalam hal ini disebut sebagai sumur sembur alam (flowing well). Berdasarkan jenis tenaga dorong dapat diklasifikasikan menjadi :
• Depletion Drive Reservoir
Yaitu apabila tenaga dorongnya berasal dari pembebasan gas yang terlarut (depletion drive) dan gas yang mengembang pada waktu terjadinya penurunan tekanan. Biasanya ini terjadi pada reser voir tidak mempunyai tudung gas awal atau tenaga dorong air.
Adapun ciri-ciri reservoir ini adalah:
- Penurunan tekanan yang cepat
- Tidak ada produksi air
- Tidak ada tudung gas (gas cap)
- Gas Oil Ratio (GOR) naik dengan cepat
- Ultimate Recovery relatif rendah
• Gas Cap Drive Reservoir
Yaitu apabila tenaga dorongnya berasal dari pengembangan tudung gas (gas cap). Biasanya terjadi pada reservoir yang mempunyai tudung gas yang relatif cukup besar dan tidak terdapat tenaga dorong air.
Adapun ciri-ciri reservoir ini adalah:
- Penurunan tekanan relatif lebih lambat jika dibanding dengan depletion drive
- Faktor perolehan lebih besar jika dibanding dengan depletion drive
- Besarnya ultimate recovery tergantung dari besarnya tudung gas, permeabilitas vertikal dan viskositas.
• Water Drive Reservoir
Yaitu apabila tenaga dorongnya berasal dari tenaga dorong air (water drive). Air tersebut adalah yang berada pada equifer dan akan mengisi pori-pori batuan yang semula berisi minyak dan gas.
Adapun ciri-ciri reservoir ini adalah:
- Penurunan tekanan relatif lambat
- Masuknya air cukup besar pada reservoir
- Peningkatan GOR sangat kecil
- Peningkatan Water Oil Ratio (WOR) cukup besar
• Gravity Drainage Reservoir
Mekanisme ini timbul karena adanya perbedaab densitas fluida. Akibat gaya gravitasi maka fluida yang mempunyai densitas yang lebih ringan akan bergerak keatas dan yang lebih berat kebawah. Biasnya terjadi pada reservoir yang undersaturated (P > Pb) dan tidak ada initial gas cap
Adapun ciri-ciri reservoir ini adalah:
- GOR rendah pada down deep well dan tinggi pada up deep well
- Pembentukan secondary gas cap didalam reservoir
- Penurunan tekanan adalah variabel tergantung pada jumlah gas yang dapat dipertahankan
Besarnya ultimate recovery tergantung ada tidaknya depletion drive atau gravity drainage sendiri. Biasanya kalau ada depletion maka faktor perolehan menjadi kecil.
• Combination Drive Reservoir
Suatu reservoir biasanya mempunyai kombinasi dari beberapa jenis tenaga dorong yang ada. Oleh karena itu dalam menyatakan suatu jenis tenaga dorong biasanya hanya menyebutkan urutan yang terbesa yang mempengaruhi reservoir tersebut. Faktor perolehan adalah tergantung dari jenis tenaga dorong yang dominan.


Tenaga alamiah ini bersifat tidak kekal sehingga dalam produksi dengan tenaga alamiah tersebut tidak mungkin minyak yang terkandung di dalam reservoir dapat di produksi seluruhnya. Selalu ada saja minyak yang tertinggal didalam reservoir. Banyaknya minyak yang dapat diambil dari suatu reservoir dinyatakan dalam “recovery factor”. Maka untuk tetap dapat memproduksikan sumur tersebut diperlukan tenaga pengangkatan buatan (artificial lift) antara lain :
• Gas lift
• Sucker rod pump (pompa angguk)
• Electric submersible pump
• Hidraulic pump
Metode gas lift digunakan apabila bahan gas cukup tersedia di lapangan. Pada prinsipnya Metode ini menggunakan gelembung-gelembung gas di dalam minyak yang menyebabkan specific gravity campuran akan mengecil sehingga tekanan hidostatik ikut mengecil. Tetapi, apabila persediaan gas tidak ada maka dapat digunakan cara pompa, baik dengan pompa angguk atau pompa yang dibenamkan (submersible pump) yang ditempatkan di dalam sumur dan juga pompa hidrolik.. Pada prinsipnya penggunaan pompa ini sama dengan ketika orang memompakan minyak tanah dari kalengnya.
Apabila dalam satu sumur terdapat beberapa reservoir dengan gradient tekanan yang sama, maka reservoir-reservoir tersebut dapat diproduksikan bersama-sama dalam satu tubing yang dinamakan comingle production, tetapi apabila gradient tekanannya berbeda maka sumur ini dapat diproduksikan ganda baik melalui dua tubing atau salah satunya melalui casing yang disebut dual completion. Dalam Metode ini untuk memisahkan zona yang satu dengan zona yang lain digunakan penyekat (production packer) sedangkan untuk menghindari terjadinya water coning atau gas coning pada keadaan dimana sumur tersebut hanya memproduksikan air atau gas saja maka laju produksi setiap sumur harus dibatasi dengan menggunakan choke / bean atau jepitan didalam production chrismastree (silang sembur).

Agar kekuatan alir produksi suatu sumur yang letaknya berdekatan dengan sumur-sumur lain tidak terganggu, maka perlu diperhatikan jaraknya (spacing) agar produksi sumur tersebut tidak dipengaruhi oleh sumur-sumur lain. Jarak kurasan suatu sumur (radius of drainage area) bisa diperoleh dari perhitungan-perhitungan pengukuran DST (Drill Stem Testing) atau pengukuran build up curve dengan BHP (bottom Hole Pressure).

Disiplin ilmu yang berperan dalam proses pengambilan minyak bumi :
 Geologi, termasuk di dalamnya sedimentologi, stratigrafi, mineralogy, dan lain-lain.
 Geofisika
 Petrofisika
 Teknik reservoir
 Teknik produksi
 Teknik pemboran