Friday, April 1, 2011

Apa Sih Minyak Bumi itu?

Minyak dan gas bumi merupakan bahan tambang galian yang tidak dapat dideteksi secara langsung dari permukaan. Oleh karena itu para ahli tidak langsung mencari minyak dan gas bumi itu sendiri, tetapi yang pertama-tama dicari adalah struktur-struktur batuan dibawah tanah yang sesuai atau cocok sebagai wadah terakumulasinya minyak dan gas bumi atau yang merupakan suatu trap (jebakan).

Metode yang dilakukan untuk membantu mencari jebakan minyak dan gas bumi dipakai beberapa cara, antara lain :
a. Identifikasi Langsung
Yaitu mengidentifikasi terdapatnya minyak bumi berdasarkan gejala di permukaan melalui adanya rembesan minyak (oil seepages)
b. Metode Geologi
Yaitu dengan membuat peta permukaan dan bawah permukaan
• Peta Permukaan (Surface)
- Peta kontur permukaan
Peta kontur permukaan bisa didapat dari peta topografi atau foto dari udara atau foto melalui satelit.
- Peta geologi permukaan
Peta ini bisa didapat dari pengamatan para geolog yang menyusuri tepi-tepi sungai, lereng-lereng bukit dan lain-lain untuk mencari singkapan-singkapan batuan sedimen atau contoh-contoh berbagai batuan.
• Peta Kontur Bawah Permukaan (Subsurface)
c. Metode Geofisika
Yaitu dengan menggunakan sifat-sifat fisika pada subsurvace yang diukur dari permukaan
• Metode gravitasi
Tujuannya adalah untuk mencari cekungan sedimen (batuan endapan) dengan alat yang disebut ‘gravity-meter’. Metode ini hanya dapat menentukan bentuk-bentuk cekungan,ketebalan lapisan dan distribusi rapat massa batuan dalam cekungan tersebut.
• Metode magnetik
Tujuannya adalah untuk mencari cekungan sedimen. Batuan-batuan beku dan batuan metamorf yang biasanya merupakan batuan basement (batuan dasar) bersifat magnetik, sedangkan batuan sedimen tidak.
Metode ini mengukur kekuatan medan magnet di suatu tempat dengan menggunakan alat yang dinamakan ‘magnetometer’. Apabila terdapat batuan basement yang dangkal mak medan magnetnya akan tinggi, sehingga dapat diketahui gambaran bentuk suatu cekungan bawah tanah. Jadi pada prinsipnya Metode ini juga memanfaatkan beda massa rapat batuan batuan dibawah permukaan.
• Metode seismik
Tujuannya adalah untuk mencari jebakan-jebakan minyak dan gas bumi. Metode ini dipergunakan untuk mengetahui bentuk-bentuk struktur lapisan batuan dibawah permukaan, menentukan letak reservoir, ketebalan lapisan reservoir dan isi kandungannya.
Metode ini bertumpu pada pendeteksian gelombang seismik yang dipantulkan oleh laapisanlapisan bawah permukaan yang diterima kembali oleh alat yang disebut ‘geophone’ (alat sensor darat) atau ‘hydrophone’ (alat sensor laut).
Jadi pada prinsipnya metode ini bekerja dengan memanfaatkan perbedaan kecepatan rambat gelombang seismik melalui medium yang dilaluinya.

Diantara ketiga metode diatas, metode seismik yang paling berkembang dan dianggap metode paling akurat dewasa ini.
Cara-cara ditas tidak satupun yang dapat memberikan petunjuk secara pasti akan ada atau tidaknya suatu akumulasi minyak dan gas bumi disuatu tempat dibawah tanah, kecuali hanya melalui pemboran.


PRODUKSI
Metode produksi sangat dipengaruhi oleh tekanan reservoir. Untuk sumur gas hanya metode flowing atau sembur alam, sampai tekanan abandon yang diinginkan. Sedangkan untuk sumur-sumur minyak agak berbeda, apabila sepanjang tekanan reservoir di dasar sumur lebih besar dari tekanan hidrostatik (tekanan kolom cairan di dalam sumur), maka hal ini dapat menjadi tenaga pendorong sehingga minyak dapat mengalir dari dalam sumur tersebut dengan sendirinya secara alamiah. Dalam hal ini disebut sebagai sumur sembur alam (flowing well). Berdasarkan jenis tenaga dorong dapat diklasifikasikan menjadi :
• Depletion Drive Reservoir
Yaitu apabila tenaga dorongnya berasal dari pembebasan gas yang terlarut (depletion drive) dan gas yang mengembang pada waktu terjadinya penurunan tekanan. Biasanya ini terjadi pada reser voir tidak mempunyai tudung gas awal atau tenaga dorong air.
Adapun ciri-ciri reservoir ini adalah:
- Penurunan tekanan yang cepat
- Tidak ada produksi air
- Tidak ada tudung gas (gas cap)
- Gas Oil Ratio (GOR) naik dengan cepat
- Ultimate Recovery relatif rendah
• Gas Cap Drive Reservoir
Yaitu apabila tenaga dorongnya berasal dari pengembangan tudung gas (gas cap). Biasanya terjadi pada reservoir yang mempunyai tudung gas yang relatif cukup besar dan tidak terdapat tenaga dorong air.
Adapun ciri-ciri reservoir ini adalah:
- Penurunan tekanan relatif lebih lambat jika dibanding dengan depletion drive
- Faktor perolehan lebih besar jika dibanding dengan depletion drive
- Besarnya ultimate recovery tergantung dari besarnya tudung gas, permeabilitas vertikal dan viskositas.
• Water Drive Reservoir
Yaitu apabila tenaga dorongnya berasal dari tenaga dorong air (water drive). Air tersebut adalah yang berada pada equifer dan akan mengisi pori-pori batuan yang semula berisi minyak dan gas.
Adapun ciri-ciri reservoir ini adalah:
- Penurunan tekanan relatif lambat
- Masuknya air cukup besar pada reservoir
- Peningkatan GOR sangat kecil
- Peningkatan Water Oil Ratio (WOR) cukup besar
• Gravity Drainage Reservoir
Mekanisme ini timbul karena adanya perbedaab densitas fluida. Akibat gaya gravitasi maka fluida yang mempunyai densitas yang lebih ringan akan bergerak keatas dan yang lebih berat kebawah. Biasnya terjadi pada reservoir yang undersaturated (P > Pb) dan tidak ada initial gas cap
Adapun ciri-ciri reservoir ini adalah:
- GOR rendah pada down deep well dan tinggi pada up deep well
- Pembentukan secondary gas cap didalam reservoir
- Penurunan tekanan adalah variabel tergantung pada jumlah gas yang dapat dipertahankan
Besarnya ultimate recovery tergantung ada tidaknya depletion drive atau gravity drainage sendiri. Biasanya kalau ada depletion maka faktor perolehan menjadi kecil.
• Combination Drive Reservoir
Suatu reservoir biasanya mempunyai kombinasi dari beberapa jenis tenaga dorong yang ada. Oleh karena itu dalam menyatakan suatu jenis tenaga dorong biasanya hanya menyebutkan urutan yang terbesa yang mempengaruhi reservoir tersebut. Faktor perolehan adalah tergantung dari jenis tenaga dorong yang dominan.


Tenaga alamiah ini bersifat tidak kekal sehingga dalam produksi dengan tenaga alamiah tersebut tidak mungkin minyak yang terkandung di dalam reservoir dapat di produksi seluruhnya. Selalu ada saja minyak yang tertinggal didalam reservoir. Banyaknya minyak yang dapat diambil dari suatu reservoir dinyatakan dalam “recovery factor”. Maka untuk tetap dapat memproduksikan sumur tersebut diperlukan tenaga pengangkatan buatan (artificial lift) antara lain :
• Gas lift
• Sucker rod pump (pompa angguk)
• Electric submersible pump
• Hidraulic pump
Metode gas lift digunakan apabila bahan gas cukup tersedia di lapangan. Pada prinsipnya Metode ini menggunakan gelembung-gelembung gas di dalam minyak yang menyebabkan specific gravity campuran akan mengecil sehingga tekanan hidostatik ikut mengecil. Tetapi, apabila persediaan gas tidak ada maka dapat digunakan cara pompa, baik dengan pompa angguk atau pompa yang dibenamkan (submersible pump) yang ditempatkan di dalam sumur dan juga pompa hidrolik.. Pada prinsipnya penggunaan pompa ini sama dengan ketika orang memompakan minyak tanah dari kalengnya.
Apabila dalam satu sumur terdapat beberapa reservoir dengan gradient tekanan yang sama, maka reservoir-reservoir tersebut dapat diproduksikan bersama-sama dalam satu tubing yang dinamakan comingle production, tetapi apabila gradient tekanannya berbeda maka sumur ini dapat diproduksikan ganda baik melalui dua tubing atau salah satunya melalui casing yang disebut dual completion. Dalam Metode ini untuk memisahkan zona yang satu dengan zona yang lain digunakan penyekat (production packer) sedangkan untuk menghindari terjadinya water coning atau gas coning pada keadaan dimana sumur tersebut hanya memproduksikan air atau gas saja maka laju produksi setiap sumur harus dibatasi dengan menggunakan choke / bean atau jepitan didalam production chrismastree (silang sembur).

Agar kekuatan alir produksi suatu sumur yang letaknya berdekatan dengan sumur-sumur lain tidak terganggu, maka perlu diperhatikan jaraknya (spacing) agar produksi sumur tersebut tidak dipengaruhi oleh sumur-sumur lain. Jarak kurasan suatu sumur (radius of drainage area) bisa diperoleh dari perhitungan-perhitungan pengukuran DST (Drill Stem Testing) atau pengukuran build up curve dengan BHP (bottom Hole Pressure).

Disiplin ilmu yang berperan dalam proses pengambilan minyak bumi :
 Geologi, termasuk di dalamnya sedimentologi, stratigrafi, mineralogy, dan lain-lain.
 Geofisika
 Petrofisika
 Teknik reservoir
 Teknik produksi
 Teknik pemboran