Wednesday, May 27, 2009

Analisa Penilaian Formasi (gambaran umum)

Dalam industri perminyakan, pekerjaan pencarian sumber daya minyak (cekungan produktif) sangat ditentukan oleh faktor skill dan kinerja pengenalan lapangan yang memadai. Seorang engineer dituntut untuk mampu menganalisa data yang diperoleh di lapangan untuk selanjutnya menentukan apakah formasi tersebut produktif atau tidak. Analisa data yang dilakukan umumnya antara lain meliputi analisa serpihan lumpur bor (cutting) dan analisa logarithmic.Analisa cutting dilakukan dalam kerangka pekerjaan mud logging yang terutama untuk mengidentifikasi saturasi hidrokarbon dan mengestimasi karakteristik reservoir. Dewasa ini analisa cutting untuk mengestimasi karakteristik reservoir hanya dititikberatkan pada analisa lithologinya yang dimaksudkan untuk menggambarkan macam-macam batuan untuk tiap interval kedalaman. Sedangkan untuk menganalisa adanya indikasi hidrokarbon dititikberatkan pada penampakan noda (staining), aroma (odor) dam pemeriksaan hidrokarbon.Analisa logarithmic (analisa log) dibedakan atas tiga komponen berupa Log Lithologi, Log Resistivity dan Log porosity. Log Lithologi meliputi Gamma Ray (GR) Log dan Spontaneous Potential (SP) Log. Untuk Log Resistivity diantaranya adalah Induction Log, Short Normal Log, Microlog, Lateral Log dan MSFL. Log Porosity sendiri terdiri dari Neutron Log dan Sonic Log.Pada umumnya aplikasi di lapangan tidak hanya menggunakan salah satu jenis log tetapi cenderung untuk mengkombinasi beberapa jenis log (combination log) untuk menentukan karakteristik reservoir yang diuji. Hal ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai karakteristik mendasar dari suatu lapisan formasi dan menentukan produktif tidaknya suatu reservoir.