Wednesday, January 6, 2010

BP MIGAS

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi
BP MIGAS

Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (disingkat: BPMIGAS) adalah lembaga yang dibentuk Pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 16 Juli 2002 sebagai pembina dan pengawas Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) didalam menjalankan kegiatan eksplorasi, eksploitasi dan pemasaran migas Indonesia.
Dengan didirikannya lembaga ini melalui UU No 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi serta PP No 42/2002 tentang BPMIGAS, masalah pengawasan dan pembinaan kegiatan Kontrak Kerja Sama yang sebelumnya dikerjakan oleh PERTAMINA selanjutnya ditangani langsung oleh BPMIGAS sebagai wakil pemerintah. Saat ini BP Migas dikepalai oleh Kardaya Warnika.

  • Keorganisasian

Dalam menjalankan tugas, BPMIGAS memiliki wewenang:
membina kerja sama dalam rangka terwujudnya integrasi dan sinkronisasi kegiatan operasional KKKS, merumuskan kebijakan atas anggaran dan program kerja KKKS, mengawasi kegiatan utama operasional kontraktor KKKS, membina seluruh asetKKKS yang menjadi milik negara
melakukan koordinasi dengan pihak dan/atau instansi terkait yang diperlukan dalam pelaksanaan Kegiatan Usaha Hulu.

  • Susunan Organisasi

Kepala BP Migas : R Priyono (per April 2008)
Wakil Kepala BP Migas : Hadi Purnomo
Deputi Perencanaan : Ahcmad Luthapi

Deputi Operasi :Budi Indianto

Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran : Wibowo S. wirjawan

Deputi Umum : Hardiono

Joint Study

Pertamina dan Sonangol Sepakat Laksanakan Joint Study

Jakarta, Monday, December 28 2009 (16:30)

Jajaki Peluang Kerjasama Pengelolaan Ladang Migas di AngolaPertamina dan Sonangol (NOC dari Angola) sepakat akan mengadakan joint study bersama dari sejumlah lapangan migas yang terdapat di Angola baik onshore maupun offshore. Dan nanti hasil joint study tersebut akan menjadi dasar mana saja lapangan yang dapat dikelola secara bersama", demikian dikemukakan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan setelah mengadakan pertemuan dengan Chairman & CEO Sonangol Manuel Vicente disela-sela pertemuan tingkat menteri Negara-negara OPEC yang berlangsung 22 Desember 2009 di Luanda, Angola.Dengan produksi minyak yang mencapai 1,9 juta barrel per hari, Angola diprediksikan akan mampu memproduksi hingga diatas 2 juta barrel dalam 3 tahun mendatang. Hingga kini, sejumlah IOC seperti Total, Chevron, BP, ENI serta NOC lainnya seperti Petrobras dan Statoil sudah menjalin kerjasama dalam pengelolaan migas di Angola.Dalam rangka menjajaki kesempatan kerjasama dan guna mendukung rencana peningkatan produksi migas Pertamina di masa datang, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) selama menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) ke-155 di Luanda, Angola juga turut mendampingi Menteri ESDM Darwin Z. Saleh dalam sejumlah pertemuan bilateral dengan menteri-menteri energy dari Angola, Qatar, Irak, dan Libya. Khusus dengan Angola juga dijajaki kerjasama peningkatan kapasitas tenaga perminyakan Angola melalui joint study dan pelatihan di Indonesia. Sedangkan dengan pihak Qatar, kedua menteri juga telah sepakat untuk melakukan kerjasama untuk mensuplai dan memasok Elpiji dan LNG ke Indonesia melalui Pertamina. Produk Elpiji dari Qatar tersebut akan digunakan untuk menambah pemenuhan kebutuhan nasional terkait program konversi minyak tanah ke elpiji sedangkan produk LNG akan dipakai pada FSRU dalam hal pememuhan bahan baku listrik dan dapat pula dijajaki untuk memenuhi kebutuhan gas dalam negeri terutama ekspansi pabrik pupuk domestic.Kehadiran Indonesia dalam pertemuan tingkat menteri Negara-neagara OPEC ini merupakan bagian dari komitmen Indonesia untuk tetap menjalin persahabatan dengan negara-negara anggota OPEC. Meskipun Indonesia sudah tidak lagi merupakan anggota penuh, Indonesia menghargai upaya OPEC untuk menjaga stabilitas pasar minyak dunia, bahkan Indonesia akan mendukung upaya OPEC dengan menjembatani antara kepentingan OPEC dan aspirasi konsumen, khususnya negara-negara berkembang.

Written by DIVISI KOMUNIKASI

Harga BBM

Harga BBM Non Subsidi Pertamina 01 Januari 2010

Jakarta, Friday, January 01 2010 (00:00)

Harga Pertamax Periode 1 Januari 2010 Sama Dengan Periode SebelumnyaTerhitung tanggal 1 Januari 2010 pukul 00.00 WIB harga BBM non-subsidi Pertamina yang terdiri dari Pertamax, Pertamax Plus, Bio Pertamax, Pertamina Dex, dan Pertamina Dex Kemasan di sebagian besar wilayah di Indonesia tidak mengalami perubahan harga di semua unit pemasaran Pertamina.

pembangunan kilang

Pertamina dan Pelindo kaji Kerjasama Pembangunan Kilang

Jakarta, Tuesday, January 05 2010 (12:27)

PT Pertamina (Persero) dan PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) mengadakan penandatangan kesepakatan bersama. Penandatangan ini dilakukan oleh Direktur Utama PT. Pertamina (Persero), Karen Agustiawan dan Direktur Utama PT. Pelabuhan Indonesia II, R.J Lino di Kantor Pusat PT Pertamina (Persero)."Sebagai perusahaan yang sama-sama dimiliki oleh negara, sudah sepantasnya di antara sesama BUMN mampu bekerjasama lebih optimal sehingga dapat memberikan nilai tambah untuk BUMN tersebut secara khususnya dan Indonesia secara umumnya." ujar Karen dalam sambutannya pada pembukaan penandatangan kesepakatan bersama (5/1) Direktur Utama Pertamina juga mengemukakan bahwa masalah ketahanan energi nasional ke depan perlu mendapatkan perhatian yang lebih serius sehingga sinergi antar BUMN sangat penting untuk mengatasi permasalahan supply chain energy nasional. Oleh karena itu, Pertamina dan Pelindo II juga sepakat untuk mengkaji lebih dalam terkait kerjasama pembangunan kilang minyak di Pelabuhan Bojanegara, pembangunan bunker BBM di Pelabuhan Tanjung Priok, kerjasama pemanduan dan penundaan kapal, serta rencana pengembangan terminal LPG di pelabuhan-pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo II. Melalui kerjasama yang akan diwujudkan nanti, Pertamina berharap dapat memberdayakan dan memberi nilai tambah atas asetnya yang besar dan kompleks, terutama yang dalam kondisi idle yang juga akan menguntungkan Pelindo II. Pertamina juga berkeinginan untuk memanfaatkan lebih dari lahan reklamasi sebelah utara breakwater timur Pelabuhan Tanjung Priok yang dimiliki Pelindo, untuk keperluan yang lebih besar bagi masyarakat, terkait penyediaan sumber energi Bahan Bakar Minyak dan Gas. Melalui kesepakan bersama tersebut, Pertamina dan Pelindo akan melakukan berbagai kajian terhadai potensi yang dimiliki masing-masing pihak dalam rangka pelaksanaan kerja sama meliputi kajian finansial, teknis, komersial, legalitas dan aspek lainnya. Rencana kerja sama meliputi :
kerja sama pembangunan kilang minyak di Pelabuhan Bojonegara,
pemanfaatan lahan reklamasi sebelah utara breakwater timur pelabuhan tanjung priok,
kerja sama pembangunan bunker BBM di Pelabuhan Tanjung Priok dan pelabuhan-pelabuhan lain yang dikelola Pelindo :
  • kerja sama pemnfaatan lahan milik pertamina yang terletak di Marunda seluas 14 Ha,
  • kerja sama pemanduan dan penundaan kapal,
  • kerjasama pemanfaatan lahan beserta fasilitas pelabuhan milik Pertamina di Bagus Kuning, Palembang untuk pengembangan terminal peti kemas,
    kerjasama pemanfaatan lahan beserta fasilitas pelabuhan yang dikelola Pelindo II untuk pengembagunan terminal LPG,
  • kerja sama jual beli BBM dan pelumas,
  • kerjasama lain yang dipandang perlu oleh Pertamina maupun Pelindo II.


Written by DIVISI KOMUNIKASI

Pengembangan IMTEK

joni 1hours agohttp://www.indomigas.com

Mendirikan Kilang-kilang Sumber Daya Manusia
Kerja Keras adalah Energi Kita Sudah saatnya kita belajar dari kenyataan tersebut. Pengembangkan IPTEK yang berorientasi pada sektor energi sudah mendesak, saatnya kita mendirikan kilang-kilang sumber daya manusia (SDM), menambang potensi-potensi dari seluruh penjuru tanah air, menghasilkan insan-insan teknologi yang cerdas, yang mampu mendukung perkembangan sektor energi masa depan dan siap menghadapi berbagai permasalahannya. Hasil dari semuanya ini, diharapkan bisa mengurangi dan menghindari ketergantungan teknologi energi kita pada negara lain nantinya. Malah sebaliknya, kita akan memiliki kapasitas untuk mengekspor teknologi energi ke negara-negara yang membutuhkan, sehingga merekalah yang akan bergantung kepada teknologi dan kecerdasan SDM yang kita miliki

teknik perminyakan

Teknik Perminyakan (Program Studi/Prodi)

Perkembangan ilmu dan teknologi perminyakan sangat luas dan masih berkembang pesat. Karena ilmu teknik perminyakan merupakan ilmu yang bersifat interdisiplin maka kepakaran/keahlian sumber daya manusia staf dosen masing-masing sangat spesifik dalam aspek pendalaman keilmuannya. Sementara itu, Program Studi Teknik Perminyakan ITB menjunjung tinggi nilai-nilai yang berlaku di masyarakat umum, masyarakat pendidikan dan masyarakat industri, yaitu : 1. Mematuhi semua peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. 2. Menjunjung standar etika dan sopan-santun yang paling tinggi, berdasarkan norma-norma keagamaan. 3. Memperlakukan civitas academica sebagai sumberdaya dan mitra yang paling berharga. 4. Menciptakan dan memelihara lingkungan pendidikan, penelitian, dan pelayanan masyarakat yang kondusif. 5. Mengembangkan dan memelihara kerjasama antar disiplin ilmu. 6. Menerapkan manajemen yang terbaik dalam segala kegiatan.

akibat pengeboran air tanah

Sumur Warga Mengering Akibat Pengeboran Air Tanah
Selasa, 22 Desember 2009 12:49 WIB

TEMPO Interaktif, SUMENEP - Warga Desa Sera Timur, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengeluhkan mengeringnya sumur di desa itu. Kekeringan sumur terjadi setelah Dinas Pengairan Sumenep mengerjakan proyek pengeboran air tanah (PPAT) yang menakibat terjadinya semburan air dengan debit 30 liter per menit. "Sejak muncul semburan tersebut, air di sumur kami mengering," kata Mualimin, 40 tahun, salah seorang warga kepada Tempo, Selasa (22/12).Akibat keluarnya semburan air tersebut warga di desa yang selama ini dikenal tandus tersebut semakin sulit mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Kegiatan bertani pun terganggu karena warga harus mengutamakan kebutuhan air untuk rumah tangga.Keluarnya semburan air tersebut sudah terjadi sejak pertengahan November 2009 lalu. Proyek pengeboran dilakukan Dinas Pengairan pada awalnya dimaksudkan untuk mengatasi kesulitan air di Kecamatan Bluto. Namun, saat pengeboran mencapai kedalaman 40 meter muncul semburan besar setinggi pohon kelapa dan hingga saat ini belum ada tanda-tanda dihentikan.Menurut Mualimin, karena warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, masalah tersebut kemudian dilaporakn ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumenep. "Kami minta DPRD membantu warga. Bila perlu kami mendapatkan ganti rugi karena kegiatan kami terganggu,” ujarnya.Anggota DPRD Sumenep Nur Asur mengatakan, tuntutan ganti rugi itu sulit dikabulkan dan DPRD tidak ingin gegabah menyalahkan pihak mana pun. Apalagi, berdasarkan informasi yang diperoleh DPRD, Pemerintah Kabupaten Sumenep telah mengeluarkan banyak biaya untuk mengatasi kesulitan air bersih di daerah itu, termasuk di desa Sera Timur. "Kami yakin semburan itu bisa diatasi, semburannya juga mulai mengecil," katanya. MUSTHOFA BISRI.