Wednesday, January 6, 2010

produksi minyak mentah

Kamis, 31 Desember 2009 12:18

PRODUKSI MINYAK MENTAH

Produksi Minyak Tak Sesuai Target APBN

JAKARTA. Realisasi minyak mentah domestik pada tahun ini tidak mencapai target sesuai dengan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2009. Menurut Kepala BP Migas, R. Priyono menyatakan dalam paparan kinerjanya pada tahun ini realisasi produksi minyak hanya sebesar 948,6 ribu barel perhari. Jumlah ini hanya sebesar 98,91% dari target pemerintah sebesar 960 ribu barel perhari. Priyono mengatakan jika tidak tercapainya target tersebut karena adanya penundaan proyek dan perawatan kilang.“Berbagai kendala karena sebagian besar penghentian sementara prosesan dan terkendalanya lapangan baru yang memberi kontribusi kenapa target produksi tidak tercapai,” papar Priyono, Rabu (30/12).Priyono berdalih, andai saja tidak ada ganguan baik itu perawatan ataupun penundaan proyek maka, produksi minyak bisa mencapai 972 ribu barel perhari. Sedangkan untuk Lifting minyak nasional mencapai 949,138 barrel/hari, atau sekitar 98.8 % dari taget APBN, namun lebih tinggi dibandingkan dengan perolehan lifting tahun 2008 sebesar 925,760 barrel/hari.Kendati tak mencapai target produksi sesuai APBN, pendapatan negara dari produksi minyak justru melebihi target. Priyono menyatakan Penerimaan negara tahun 2009 sebesar US$19,7 milyar atau melebihi target sebesar US$ 18,8 milyar. Menurut data BP Migas, Terdapat 10 Kontrak Kontraktor Kerja Sama (KKKS) yang produksinya naik sepanjang tahun 2009 dan Terdapat 14 Kontraktor KKS yang produksinya melebihi target yang ditetapkan dalam APBN (rata?rata 107 persen, sebesar 8.315 bopd).Priyono juga menambahkan, meski perolehan produksi tidak capai target, untuk rasio pengeboran cukup tinggi yakni mencapai 50%. Menurut Priyono jumlah ini lebih tinggi ketimbang rasio pengeboran negara-negara lain yang mencapai 20 % hingga 30%. Rasio pengeboran ini naik karena sepanjang tahun 2009 telah dilakukan pengeboran di 73 sumur eksplorasi. “ Hingga November 2009, terdapat 50 sumur yang sudah selesai ditest, dengan penemuan sebanyak 33 buah,” jelas Priyono.Berdasar data BP Migas, sepanjang Januari-November 2009 telah dilakukan pengeboran sumur eksploitasi sebanyak 969 sumur. Realisasi pengeboran tahun ini lebih tinggi 16,7% dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya sebesar 831 sumur. Priyono menambahkan, sepanjang tahun 2009 telah ditandatangani tambahan 21 Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas dan 13 KKKS Coal Bed Methane (CBM). Total KKKS tahun 2009 menjadi 232 terdiri dari 64 KKKS produksi dan 168 KKKS eksplorasi sejak UU No 22/2001 diundangkan, telah ditandatangani.

Pencarian Cadangan Migas Di Percepat

Pencarian Cadangan Migas Dipercepat
Selasa, 5 Januari 2010 18:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pertamina EP mempercepat pencarian cadangan migas dengan melaksanakan pengeboran eksplorasi pada tahun 2010. Kegiatan itu mulai dilakukan pada 1 Januari 2010 di sumur eksplorasi yang merupakan sumur kelima yang dibor di lokasi Pondok Makmur untuk memastikan besar cadangan minyak di wilayah itu.Menurut Direktur Eksplorasi dan Pengembangan Syamsu Alam, Selasa (5/1/2010), di Jakarta, kegiatan tajak sumur kelima itu merupakan upaya mempercepat penemuan cadangan baru migas. Sebelumnya, Pertamina EP telah berhasil menemukan cadangan minyak dan gas di area Pondok Makmur.Percepatan ini tidak terlepas dari dukungan kuat Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) kepada Pertamina EP melalui percepatan persetujuan Perencanaan Kerja dan Anggaran Tahun 2010 yang telah diberikan pada 9 Desember tahun lalu.Syamsu Alam menjelaskan, konfirmasi cadangan di wilayah eksplorasi merupakan kegiatan lanjutan setelah penemuan kandungan hidrokarbon. Pada 2009, Pertamina EP telah melaksanakan 18 pengeboran sumur eksplorasi yang meliputi 9 pengeboran sumur eksplorasi baru atau wildcat, 7 sumur deliniasi, dan 2 sumur re-entry. Hal ini melampaui target pengeboran eksplorasi yang berjumlah 12 sumur.Dari 18 sumur itu, 12 sumur di antaranya menunjukkan kandungan minyak dan gas yang cukup signifikan. Hal ini merupakan optimalisasi dari target eksplorasi sehingga sejumlah sumur yang seharusnya dibor pada 2010 ternyata dapat dilaksanakan pada tahun lalu.Lima sumur pengeboran eksplorasi yang dipercepat pelaksanaannya berlokasi di Ginaya (Sumatera) dan empat sumur lainnya di Jawa, yakni Pondok Mekar, Karang Degan, Karang Luhur, dan Akasia Bagus. Di samping itu, saat ini juga sedang berlangsung pengeboran 9 sumur lain yang merupakan kelanjutan dari tambahan program 2009.Kegiatan lain yang berhasil dilaksanakan pada 2009 adalah survei seismik 2D yang mencapai 1.991,2 kilometer persegi atau lebih tinggi dari target 1.232 km persegi. Adapun untuk survei 3D saat ini mencapai 1.121 kilometer persegi.Pertamina EP merupakan anak perusahaan Pertamina yang bergerak di bidang eksplorasi dan eksploitasi migas di dalam negeri. Pertamina EP membukukan pertumbuhan produksi minyak yang terus meningkat dengan pertumbuhan rata-rata 3,1 persen dari level produksi 95.600 barrel per hari (MBOPD) pada 2003 menjadi 102,2 MBOPD pada 2006.Produksi ini tumbuh 6,7 persen pada 2007 menjadi 110,3 MBOPD dan kembali naik 7,8 persen pada 2008 dengan produksi rata-rata 116,6 MBOPD. Hingga akhir tahun 2009, Pertamina EP mencapai produksi 127.000 barrel per hari. Angka tersebut melampaui target produksi 125,5 MBOPD.

Sunday, January 3, 2010

meningkatnya produksi migas

Meningkatnya Produksi MIGAS

]JAKARTA. Upaya Pemerintah untuk memaksimalkan produksi migas nasional menunjukkan grafik peningkatan yang mengembirakan. Hingga akhir tahun 2008 sektor migas menyumbang pemasukkan negara sebesar Rp. 340 triliun (30% total penerimaan negara).

”Pertama kalinya dalam sepuluh tahun terakhir produksi minyak nasional dapat ditingkatkan, Hingga akhir Juni 2009 rata-rata produksi telah mencapai 99,14% terhadap APBN dan 102% terhadap target operasi, ujar Kepala BP Migas R. Priyono dalam sambutannya pada acara HUT ke 7 BP Migas, Kamis (16/7).

Selain produksi minyak, produksi gas nasional juga mengalami peningkatan. ”Pencapaian produksi gas menunjukkan peningkatan yang menggembirakan, dimana terjadi peningkatan produksi yang signifikan dengan rata-rata sebesar 103% dari target operasi”, lanjut R. Priyono.

Peningkatan produksi minyak dan gas diharapkan akan meningkat lagi setelah beberapa proyek penting seperti, Cepu dan Tangguh sudah berjalan dengan penuh, dengan demikian lanjut Kepala BP Migas di akhir tahun 2009 nanti produksi minyak dan gas bumi dapat melebihi target yang diharapkan.

http://www.esdm.go.id/berita/migas/40-migas/2672-produksi-migas-nasional-meningkat.html

Rig Pengeboran

Rig Pengeboran
Rig pengeboran adalah suatu bangunan dengan peralatan untuk melakukan pengeboran ke dalam reservoir bawah tanah untuk memperoleh air, minyak, atau gas bumi, atau deposit mineral bawah tanah. Rig pengeboran bisa berada di atas tanah (on shore) atau di atas laut/lepas pantai (off shore) tergantung kebutuhan pemakaianya. Walaupun rig lepas pantai dapat melakukan pengeboran hingga ke dasar laut untuk mencari mineral-mineral, teknologi dan keekonomian tambang bawah laut belum dapat dilakukan secara komersial. Oleh karena itu, istilah "rig" mengacu pada kumpulan peralatan yang digunakan untuk melakukan pengeboran pada permukaan kerak Bumi untuk mengambil contoh minyak, air, atau mineral.
Rig pengeboran minyak dan gas bumi dapat digunakan tidak hanya untuk mengidentifikasi sifat geologis dari reservoir tetapi juga untuk membuat lubang yang memungkinkan pengambilan kandungan minyak atau gas bumi dari reservoir tersebut.
Rig pengeboran dapat berukuran:
Kecil dan mudah dipindahkan, seperti yang digunakan dalam pengeboran eksplorasi mineral
Besar, mampu melakukan pengeboran hingga ribuan meter ke dalam kerak Bumi. Pompa lumpur yang besar digunakan untuk melakukan sirkulasi lumpur pengeboran melalui mata bor dan casing (selubung), untuk mendinginkan sekaligus mengambil "bagian tanah yang terpotong" selama sumur dibor.
Katrol di rig dapat mengangkat ratusan ton pipa. Peralatan lain dapat mendorong asam atau pasir ke dalam reservoir untuk mengambil contoh minyak dan mineral; akomodasi untuk kru yang bisa berjumlah ratusan. Rig lepas pantai dapat beroperasi ratusan hingga ribuan kilometer dari pinggir pantai.

Artikel ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.
Gas Lift
Gas Lift adalah salah satu teknik EOR (enhanced oil recovery). Saat produksi sumur menurun dan produksi air meningkat, tekanan dari reservoir sudah tidak mampu melawan tekanan hidrostatik di tubing sehingga produksi minyak sulit mencapai ke permukaan. Gas lift akan menurunkan berat jenis cairan sehingga tekanan hidrostatik di tubing pun turun, sehingga membantu produksi minyak ke permukaan. 05 /11 /08 12:50:35 Rangkuman Diskusi

pengboran miring

pengeboran miring
-->Surabaya - Tim teknis yang dibentuk pemerintah pusat segera menyumbat sumber semburan lumpur panas di Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Pendeteksian dan penyumbatan dilakukan dengan menggunakan alat snubbing unit yang akan segara dipasang di lokasi semburan. Bila penggunaan snubbing unit atau alat pendeteksi dan penyumbat sumber lumpur panas gagal, pemerintah telah menyiapkan skenario kedua yakni dengan relief well untuk mematikan sumber semburan yang berada di 6 ribu kaki bawah tanah permukaan bumi. "Bila alternatif pertama gagal, akan dilakukan alternatif kedua dengan penyumbatan dan pengeboran miring dari sekitar semburan lumpur saat ini di Desa Siring. Ini membutuhkan waktu lebih lama, perkiraan hingga September mendatang," ujar Menteri ESDM Purnmomo Yusgiantoro kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Senin (19/6/2006). Dua alternatif inilah yang akan digunakan oleh pemerintah untuk mengatasi meluasnya sembuarn awan panas "Jika dengan snubbing unit bisa diharapkan akhir Juli, semburan lumpur dan air formasi bisa dihentikan, " kata Purnomo . Purnomo menegaskan, apabila target akhir Juli langkah itu tak kunjung membuahkan hasil, maka tim II akan lebih mengintensifkan pekerjaannya untuk melokalisir dampak luapan lumpur yang sudah meluas ke permukiman penduduk di tiga desa Kecamatan Porong dan satu desa di Kecamatan Tanggulangin. "Kolam sedimentasi settlement ponds (Kolam Pengendapan Lumpur) yang sudah dibuat Lapindo akan diperuas supaya tidak meluap ke penduduk," katanya. Sembari tim I maupun II menunaikan tugasnya, kata Purnomo, tim III yang di bawah koordinasi Pemkab Sidoarjo dan Satkorlak Penanganan Bencana Pemprov Jatim akan mendata jumlah kerugian yang dialami penduduk dan lainnya yang menjadi korban lumpur. "Begitu pula penanganan warga di kamp pengungsian terus dilakukan oleh tim III itu. Serta tim itu akan mendesain rumah alih untuk menampung pengungsi yang saat ini menempati kamp. Nantinya jumlah bilik di pengungsian tidak lagi diisi lebih dari satu kepala keluarga seperti sekarang," imbuhnya. (jon/)
Sent from Indosat BlackBerry powered by
-->Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com

Saturday, January 2, 2010

Penemuan minyak di sumur tenggara Campos basin

Sumur eksplorasi di tenggara Campos basin telah memotong oil column lebih dari 100 m dengan kira-kira 40 m highly porous dan permeable sandy reservoirs, kata OGX Petroleo e Gas Participacoes SA, Rio de Janeiro.
Sumur 1-OGX-1-RJS, di 140 m perairan 85 km di offshore Rio de Janeiro di blok BM-C-43, masih mengebor ke kedalaman menggunakan semisubmersible Diamond Offshore Ocean Ambassador. OGX yang tidak memberikan kedalaman atau detail lainnya, memegang 100% saham pada blok.
Blok berada di selatan lahan minyak Maromba, yang mana Petroleo Brasileiro SA mendeklarasikan secara komersial pada akhir 2006.
Sumber: www.ogj.com